Oleh: Munawir Kunjae
DUA hari sebelum laga uji coba Jepang melawan Brasil di Ajinomoto Stadium, Chofu, Jepang, saya sempat menulis sebuah artikel bertajuk "Refleksi Kegagalan Timnas Indonesia".
Dalam tulisan tersebut, saya menggambarkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak tentang mengapa prestasi tim nasional kita masih jauh dari harapan.
Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk proses naturalisasi yang hingga kini belum sepenuhnya membuahkan hasil optimal.
Demikian pula, keputusan untuk mengganti pelatih Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert juga tidak membawa perubahan yang menggembirakan.
Belajar dari kesuksesan Jepang
Ada satu poin menarik dari tulisan itu, yaitu bahwa kita dapat belajar banyak dari Jepang.
Mereka adalah negara yang berhasil merevolusi sepak bola dalam 25 tahun terakhir.
Kunci keberhasilan mereka sederhana, terletak pada cara mereka menghubungkan pendidikan dan olahraga sebagai komponen utama dalam pengembangan pemain.
Pada akhirnya, apa yang saya prediksikan menjadi kenyataan.
Dua hari setelah tulisan itu, tepatnya pada Selasa, 14 Oktober 2025, Jepang berhasil memenangi laga uji coba melawan Brasil dengan skor 3-2.
Kemenangan ini cukup mengejutkan, mengingat Brasil adalah tim tersukses dalam sejarah sepak bola dengan lima gelar Piala Dunia.
Kemenangan Jepang tentu bukanlah faktor keberuntungan semata. Hal itu justru membuktikan bahwa Timnas Jepang memegang teguh prinsip "percaya pada proses".
Mereka menyadari bahwa proses yang panjang dan dijalankan dengan baik akan menghasilkan hal yang maksimal.
Kiranya, kita, timnas Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari perjalanan mereka.
Atau setidaknya, kita bisa merenungkan kisah serial Captain Tsubasa Oozora.
Karena di Jepang, cerita ini bukan sekadar tontonan, melainkan menginspirasi yang membentuk mental dan semangat generasi pesepak bola profesional mereka, hingga terwujud di dunia nyata. Semoga. *
Penulis adalah Kepala Desa Sampaka Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai